Langsung ke konten utama

04/08/2018 -pada Bandung itu

Malam ini, Bandung menyapaku
Bandung sedang dingin dinginnya
Sedingin cinta yang membeku dalam detik
Bedanya Bandung masih bisa bernafas dengan alunan anginnya namun cinta sudah mati dengan elegi

Sinar bulan menerangi jalanku
Hembusan rindu yang selalu menemaniku
Seakan mencabik situasi yang ingin ku perbaiki
Merusak semua yang sudah hampir ku penuhi

Malam ini, Bandung menyapaku
Ia seakan bercerita tentang keriaan yang selalu ia miliki
Ia seakan mengajakku untuk memasuki avonturnya
Singkatnya, ia mendorongku untuk berdamai

"Berdamai dengan siapa?" tanyaku
"Berdamai dengan rintihan tangis yang tak kunjung luntur dari hati yang sudah terlalu rusak" ujarnya

-f (from heart, deepest heart)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

03/08/2018 -kesantuyan

Secangkir kopi hitam temani senduku Sebungkus batangan putih menyempurnakan kebiruan malam ini Angin lembah bertiup kencang seperti detak jantungku pada saat itu Pada saat kau yang menjadi kopi dan batang putih itu... Malam ini ku menangis Menangis melihat diriku yang tak tau bagaimana rasanya bahagia Mungkin malam ini ku bisa mati Karena nadiku hanya untukmu Jadi, bagaimana bisa nadiku bekerja jika kau tak disini? Aku kembali ke beranda Pikir akan terbawa oleh mimpi dalam lelap Malah tangis yang mengundang Terbayang masa yang terlalu indah itu untukku, entah untukmu -f (from heart, deepest heart)

11/10/2017 -sendu melagu (bukan barasuara)

syair sendu selalu hadir dalam lembar putih kemayu nada rindu menemani syair sendu yang melagu melodi melankolis yang merdu merasuki pena tak berdosa kata kata lirih menyiratkan maksud yang tak tersurat hati, pensyair terbaik hati, perindu...? banyak bunga tumbuh untuk pohonnya namun pohon runtuh segilanya banyak cinta yang diam dalam mimpi banyak cinta yang gaduh dalam riang menurut mu? mana cinta ku? - f (from heart, deepest heart)