Bandung sedang dingin dinginnya
Sedingin cinta yang membeku dalam detik
Bedanya Bandung masih bisa bernafas dengan alunan anginnya namun cinta sudah mati dengan elegi
Sinar bulan menerangi jalanku
Hembusan rindu yang selalu menemaniku
Seakan mencabik situasi yang ingin ku perbaiki
Merusak semua yang sudah hampir ku penuhi
Malam ini, Bandung menyapaku
Ia seakan bercerita tentang keriaan yang selalu ia miliki
Ia seakan mengajakku untuk memasuki avonturnya
Singkatnya, ia mendorongku untuk berdamai
"Berdamai dengan siapa?" tanyaku
"Berdamai dengan rintihan tangis yang tak kunjung luntur dari hati yang sudah terlalu rusak" ujarnya
-f (from heart, deepest heart)
Komentar
Posting Komentar