Secangkir kopi hitam temani senduku Sebungkus batangan putih menyempurnakan kebiruan malam ini Angin lembah bertiup kencang seperti detak jantungku pada saat itu Pada saat kau yang menjadi kopi dan batang putih itu... Malam ini ku menangis Menangis melihat diriku yang tak tau bagaimana rasanya bahagia Mungkin malam ini ku bisa mati Karena nadiku hanya untukmu Jadi, bagaimana bisa nadiku bekerja jika kau tak disini? Aku kembali ke beranda Pikir akan terbawa oleh mimpi dalam lelap Malah tangis yang mengundang Terbayang masa yang terlalu indah itu untukku, entah untukmu -f (from heart, deepest heart)