saat itu, mataku terpaku pada bulir air mu tuhan terpejam mata ini sesaat melalui terowongan gelap bawah jurang tertimpa reruntuh riuh yang geram kering tulang tak bertahan pun berhela tak mampu terikat aku dengan waktu lagi-lagi gila itu menggeliat masih pada pejaman itu lintasan kristal megah hendak permisi namun ia ragu tak tentu regu aku meriang aku menggigil lalu aku lepas pejaman itu malah abu-abu membelenggu peluh menetes dari mata menggeliat ditulang pipiku adakah larung dalam sebab adakah tanya dalam makna -f (from heart, deepest heart)