Langsung ke konten utama

03/08/2018 -kesantuyan

Secangkir kopi hitam temani senduku
Sebungkus batangan putih menyempurnakan kebiruan malam ini
Angin lembah bertiup kencang seperti detak jantungku pada saat itu
Pada saat kau yang menjadi kopi dan batang putih itu...

Malam ini ku menangis
Menangis melihat diriku yang tak tau bagaimana rasanya bahagia
Mungkin malam ini ku bisa mati
Karena nadiku hanya untukmu

Jadi, bagaimana bisa nadiku bekerja jika kau tak disini?

Aku kembali ke beranda
Pikir akan terbawa oleh mimpi dalam lelap
Malah tangis yang mengundang
Terbayang masa yang terlalu indah itu

untukku, entah untukmu

-f (from heart, deepest heart)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

04/08/2018 -pada Bandung itu

Malam ini, Bandung menyapaku Bandung sedang dingin dinginnya Sedingin cinta yang membeku dalam detik Bedanya Bandung masih bisa bernafas dengan alunan anginnya namun cinta sudah mati dengan elegi Sinar bulan menerangi jalanku Hembusan rindu yang selalu menemaniku Seakan mencabik situasi yang ingin ku perbaiki Merusak semua yang sudah hampir ku penuhi Malam ini, Bandung menyapaku Ia seakan bercerita tentang keriaan yang selalu ia miliki Ia seakan mengajakku untuk memasuki avonturnya Singkatnya, ia mendorongku untuk berdamai "Berdamai dengan siapa?" tanyaku "Berdamai dengan rintihan tangis yang tak kunjung luntur dari hati yang sudah terlalu rusak" ujarnya -f (from heart, deepest heart)

11/10/2017 -sendu melagu (bukan barasuara)

syair sendu selalu hadir dalam lembar putih kemayu nada rindu menemani syair sendu yang melagu melodi melankolis yang merdu merasuki pena tak berdosa kata kata lirih menyiratkan maksud yang tak tersurat hati, pensyair terbaik hati, perindu...? banyak bunga tumbuh untuk pohonnya namun pohon runtuh segilanya banyak cinta yang diam dalam mimpi banyak cinta yang gaduh dalam riang menurut mu? mana cinta ku? - f (from heart, deepest heart)