Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2021

Permen Karet: Sebuah cerpen yang sangat sok ide tapi sayang kalo ga ditulis broooouu

 Permen Karet Ayam itu masih sayup untuk meneriakkan panggilannya. Burung itu juga masih meringkuk didalam kandangnya. Tentu bukan waktu yang tepat untuk membeli permen karet tapi kata ayah “tak apa, daripada kau tak mendapatkannya”. Ku raih toples tipis di sebelah kaleng krupuk pada warung non stop, aku merauk sepenuh 2 tangan agar aku tidak merengek kepada ibu selama ayah bertugas di kota. Sekembalinya di rumah, mobil ringkih milik firma sudah bertengger di beranda. Ayah mencium keningku, tapi aku balas dengan gumaman tidak jelas karena aku sedang mengunyah karet manis pemberiannya. Mobil sombong itu memulai perjalanannya, aku mulai bingung dan selalu menguatkan diri “hanya seminggu” dan ku ulang sampai aku merasa ringan. --------------------------------------------------------------------------------------------- Malam itu aku hanya ingin mandi. Sangatlah sulit untuk menggantikan posisi ayah. Merawat ibu bukanlah hal yang ecek-ecek. “Nafis, sini nak, rambutmu terlihat kusut” ib...